Kumpulan Data
Seperti kita ketahui, Unilever
adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen — memenuhi
kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan
produk-produk yang membuat para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik
dan lebih menikmati kehidupan.
v Tujuan
Pemasaran
- Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen
- Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.
- Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.
- Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.
- Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan imbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.
- Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup.
v Strategi PT.
UNILEVER,tbk dalam memasarkan produk
Di dalam menghadapi persaingan antar
perusahan, PT. UNILEVER,tbk memiliki strategi-strategi dalam menghadapi
persaingan-persaingan antar perusahaan, strategi itu antara lain:
- 1. KEPEMIMPINAN HARGA RENDAH
Dengan menjaga harga yang rendah dan
rak-rak diisi dengan baik menggunakan sistim pengisian kembali persediaan yang
melegenda, wal-mart menjadi pemimpin bisnis eceran di amerika serikat. Sistem
mili wal-mart mengirimkan pesanan atas barang dagang baru secara langsung
kepada pemasok ketika pelanggan membayar pembelian mereka pada kasir.terminal
titik pejualan mencatat kode barang setiap barang yang melewati kasir dan
mengirimkan transaksi pembelian langsung kepada komputer pusat wal-mart.
Komputer mengumpulkan pesanan dari semua toko wai-mart dan mengirimkannya ke
pemasok. Pemasok juga dapat mengakses daa penjualan dan persediaan wal-mart
menggunakan teknologi web. Sistem ini mampu membuat wal-mart mempertahankan
biaya rendah sembari menyesuaikan persediaannya untuk memenuhi permintaan
pelanggan.
- 2. DIFERENSIASI PRODUK
Produk Unilever terus memperkenalkan
kemasan-kemasan yang terbaru, tetapi Unilever tetap mempertahankan kualitas
produknya. Baik itu kemasan yang botol kaca, sachet, botol kecil dan masih
banyak lagi kemasannya.
- 3. BERFOKUS PADA PELUANG PASAR
Produk Unilever menggunakan sistem
informasi pelanggan yang beda dengan yang lain, produk masuk kedalam pasar
dengan cara mempromosikan barang-barangnya dengan cara terjun langsung ke
masyarakat dengan bukti-bukti kualitas secara real, misalnya dengan diadakannya
perlombaan-perlombaan kepada masyarakat perbandingan antara produk Unilever
dengan produk-produk pesaing lainnya.
- 4. MENGUATKAN KEAKRABAN PELANGGAN DAN PEMASOK
Menggunakan sistem informasi untuk
memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap jadwal produksi.dan bahkan
mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan kapan mengirim pasokan
kepada pemasok. Selain itu Unilever juga melakukan Tanya jawab kepada para
konsumen dan membuat suara konsumen tempat para konsumen mengeluh
Dalam PT Unilever Indonesia, promosi
yang dilakukan paling banyak melalui media elektronik. Namun dalam kehidupan
sehari-hari promosi yang dilakukan PT. Unilever Indonesia tidak hanya lewat
media elektronik tetapi banyak juga melalui media cetak, sponsorship,
mengadakan event-event yang memasukkan produk-produk dari PT. Unilever seperti
Kecap Bango, Pepsodent, Shampo Pantene, dll. Karena jika promosi yang dilakukan
hanya melalui media elektronik maka PT. Unilever Indonesia tidak mendapatkan
keuntungan yang optimal. Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai kalangan
dan tingkatan sosial yang beragam. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati
masyarakat semua kalangan maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat. Makna
dari iklan yang ditawarkan oleh perusahaan juga harus bisa dipahami oleh
berbagai kalangan, karena iklan adalah salah satu cara promosi yang bisa
dilakukan oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal.
Selain melalui iklan elektronik
proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga menggunakan berbagai cara,
diantaranya dengan berbagai program pemasaran yang dapat menarik perhatian
pelanggan. Kupon belanja gratis produk unilever adalah salah satu cara promosi
yang dilakukan oleh Unilever, selain itu diskon-diskon yang diberikan juga
banyak menarik perhatian pelanggan yang berasal dari kalangan masyarakat
menengah kebawah.
Iklan itu sendiri adalah kandungan
utama dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media bayaran untuk
menyampaikan pesan, sementara para klien dan praktisi periklanan memandangnya
hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen. Iklan ini merupakan
bagian dari bauran promosi, yang terdiri dari pemasaran langsung, PR (Public
Relations), promosi penjualan, dan penjualan personal. Peranan merek produk
juga sangat berperan penting, karena merek merupakan simbol dari sebuah produk
yang dipasarkan. Bahkan dalam satu perusahaan terdapat berbagai macam merek
yang berbeda-beda.
Pemasaran berskala besar seperti ini
hanya satu daripada beragam program promosi yang dilakukan Unilever, promosi
inter-personal langsung ke pelanggan juga dilakukan oleh Unilever dengan
memberikan keuntungan khusus yang diberikan pada pelanggan setia pengguna
produk Unilever. Dengan program pemasaran ini diharapkan Unilever dapat
mencakup pangsa pasar yang luas di pasar konsumen Indonesia.
Dalam pemasaran global, eksistensi
perusahaan diperlukan dalam mengembangkan ide pemikiran, baik dalam cakupan
nasional maupun internasional. Dalam hal ini khususnya perusahaan Unilever
harus bisa membuat sebuah grand design mahakarya khususnya pemasaran global
yang menuntut sebuah keajaiban-keajaiban dalam mengembangkan karir sebuah
perusahaan khususnya unilever selain memantau jalannya proses globalisasi dari
para pesaing. Mutlak adanya selalu diadakan apa yang disebut dengan inovation
treatment dalam setiap sesi langkah-langkah perusahaan.
Oleh karena itu pertanyaan lain
dapat muncul seketika mengapa promosi perlu diadakan, jawabannya tentu saja
iya, karena dalam beberapa aspek perusahaan salah satu tujuan pengembangan mutu
perusahaan ialah dapat menyentuh seluruh lapisan konsumen dalam hal ini adalah
sasaran global yang diadakan dan dibuat dari grand design tersebut, oleh karena
itu sebuah perusahaan unilever dapat fight dengan para pesaingnya baik
dari dunia asing maupun pesaing-pesaing unggulan dalam negeri.
Unilever juga terus mempelajari
kebutuhan dan keinginan konsumen, melakukan inovasi dan aktivasi produk, serta
terus membangun citra produk. Hal ini merupakan sebagian dari strategi
perusahaan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan konsumen
terhadap brand-brand Unilever. Komunikasi yang disampaikan melalui iklan di
berbagai media cetak maupun elektronik sangat efektif dan langsung mengenai
sasaran,untuk evaluasi kedepannya PT. Unilever Indonesia, Tbk akan melakukan 4
hal demi tetap memiliki citra baik pada konsumennya, antara lain: branding,
design, technical printing, dan merchandising. Sehingga dengan cepat
hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi
produk-produk yang dikeluarkan oleh PT. Unilever.
v Strategi
Promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:
- Periklanan → semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
- Promosi Penjualan → Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
- Hubungan Masyarakat dan Publisitas → berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
- Penjualan Secara Pribadi → interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan
- Pemasaran Langsung → penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.
Akan tetapi dengan bertambahnya
zaman, persaingan pasar semakin ketat, berkembangnya berbagai jenis media baru
dan semakin canggihnya konsumen maka Strategi Promosi dirumuskan menjadi:
- Advertising
- Consumer Sales Promotion
- Trade Promotion and Co-Marketing
- Packaging. Point Of Purchase
- Personal Selling
- Public relations
- Brand Publicity
- Corporate Advertising
- The Internet
- Direct Marketing
- Experiantial contact: Event, sponsorship
- Customer Service
- Word Of Mouth
Consumer – market sales promotion
techniques :
- Kupon → Sertifikat yang memberi hak kepada pemegangnya untuk mendapat pengurangan harga seperti yang tercetak untuk pembelian produk tertentu.
- Price-Off Deals → Memberikan potongan harga langsung ditempat pembelian.
- Premium and Advertising Specialties → Barang yang ditawarkan dengan biaya yang relatif rendah atau gratis sebagai insentif untuk membeli produk tertentu.
- Contest and Sweeptakes → Hadiah adalah tawaran kesempatan untuk memenangkan uang tunai, perjalanan, atau barang-barang karena membeli sesuatu.
- Sampling and Trial Offers → Penawaran gratis untuk sejumlah produk atau jasa (pemberian contoh produk).
- Brand Placement → Salah satu teknik dari sales promotion untuk mencapai pasar dengan memasukkan produk pada sebuah acara televisi atau film.
- Rebates → memberikan pengurangan harga setelah pembelian terjadi dan bukan pada toko pengecer.
- Frequency → Program ini merupakan salah satu teknik yang mengarah kepada program-program yang berkelanjutan seperti menawarkan konsumen diskon atau hadiah langsung gratis untuk mencapai terjadinya pengulangan dalam pembelian atau langganan dari merk atau perusahaan yang sama.
- Event Sponsorship → Ketika perusahaan mensponsori suatu acara, membuat merek sangat ditonjolkan pada acara tersebut sehingga membuat kredibilitas merek meningkat bersamaan dengan para penonton di acara.
Pendekatan penjualan dan promosi
penjualan akan efektif dan efisien apabila dirancang dengan menerapkan pola
regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah atau kawasan tertentu. Unilever
sudah menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah memiliki
pabrik-pabrik atau juga cabang perusahaan di tiap-tiap negara. Hal ini
dilakukan agar setiap negara dapat membeli produk yang sesuai dengan keinginan
dan kebiasaan mengkonsumsi produk yang sangat erat hubungannya dengan cita rasa
negaranya.
Unilever telah membuka cabang
perusahaan di Indonesia. Untuk lebih dikenal oleh masyarakat indonesia dan bisa
mendapat hati masyarakat Indonesia maka Unilever membuat produk yang sesuai
dengan cita rasa Indonesia seperi kecap Bango. Kecap merupakan makanan yang
terbuat dari kacang kedelai. Bisa dibilang kecap merupakan makanan yang khas
dari Indonesia.
Untuk itu Unilever membuat produk
kecap bango untuk di konsumsi masyarakat Indonesia. Walau kecap bango bukan
produk asli buatan unilever namun nama Unilever lebih terkenal karena kecap
bango sekarang ini merupakan produk yang dikembangkan oleh Unilever. Terlebih
iklan yang ditampilkan di media tentang produk kecap bango sangat mencerminkan
negara Indonesia. Dengan model-model yang berasal dari Indonesia, ini akan
lebih membangun image Unilever dimata konsumen di Indonesia. Konsumen akan
mempunyai keinginan untuk membeli produk kecap bango karena terkesan melihat
iklan yang ditampilkan tersebut. Walaupun konsumen hanya coba-coba membeli
merek tersebut namun setidaknya produk tersebut sangat dikenal oleh masyarakat.
Oleh karena itu, kualitas sangat
penting dalam pembuatan produk. Karena walaupun promosi yang dilakukan
perusahaan sangat baik namun jika kualitas yang ditawarkan tidak diperhatikan
maka promosi yang dilakukan bisa dibilang sia-sia saja
v Macam-macam
Produk yang dikeluarkan Unilever
PT. Unilever Indonesia, Tbk. Yang
beroperasi di indonesia sejak tahun 1933, telah tumbuh menjadi perusahaan
penyedia consumer product yang mempunyai peran penting di indonesia. Unilever
adalah produsen merek-merek terkenal di seluruh dunia yang juga terkenal di
tingkat regional dan lokal, antara lain Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove,
Sunsilk, Clear, Rexona, Rinso, Molto, Ponds, Blue Band, Royco, Sariwangi,
Bango, Taro dan masih banyak lagi.
Posisi Unilever yang kuat sebagai
pemimpin pasar telah diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan regional
yang diterima oleh perusahaan. PT. Unilever Indonesia melalui brand-brand nya
kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih peringkat dalam ”Packaging
Consumer Branding Award 2005” yang diselenggarakan oleh Indonesia Brand
Identity Summit (IBS) bekerjasama dengan majalah SWA dan MIX.
Berikut adalah peringkat yang diraih
oleh brand-brand Unilever dalam setahun Indonesia Packaging Consumer Award
2005. Sunsilk, Pepsodent, Lux, Molto, Lifebuoy, Axe dan Clear merupakan merek
produk perawatan rumah dan tubuh (home and Personal Care) yang tak asing lagi
di telinga masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk produk makanan dan ice cream,
ada blue band yang legendaries, Bango, Sari Wangi, Rpyco dan Wall’s. Masih ada
sederet merek produk lagi yang bila disebutkan satu persatu namanya, terasa
sangat akrab dengan kehidupan kita.
Bisa jadi Anda mempunyai kenangan
khusus tak terlupakan dengan salah satu atau lebih produk buatan PT Unilever
Indonesia Tbk ini. Benar, merek-merek yang disebutkan di atas memang hanya
sebagian kecil dari merek yang dikembangkan PT Unilever Indonesia Tbk. “Saat
ini kami memiliki 33 merek dan beroperasi di 13 kategori sementara di seluruh
dunia, Unilever memegang 400 brand,” kata Presiden Direktur PT Unilever
Indonesia Tbk, Maurits Lalisang dalam sebuah wawancara khusus dengan SH di
Graha Unilever Jakarta, sore pekan lalu.
PT Unilever Indonesia Tbk merupakan
anak perusahaan Unilever International yang berkantor pusat di dua kota yakni
di London, Inggris dan Rotterdam Belanda. Sementara di Indonesia, Unilever
berkantor pusat di Jakarta dan memiliki dua pabrik besar di Cikarang dan
Rungkut (Surabaya). Pabrik di Surabaya utamanya memproduksi sabun sedangkan di
Cikarang memproduksi es krim, margarin, dan berbagai makanan ringan. Secara
umum Unilever menjadi pemimpin pasar barang konsumer (consumer goods) di
Indonesia. Namun, kondisinya tidak sama untuk setiap kategori produk dan
wilayah pemasaran.
Kini, Unilever Indonesia telah
berusia lebih dari 70 tahun dengan komposisi kepemilikan saham, Mavibel
(Maatschap voor Internationale Bellengginggen) B.V 85 persen dan publik 15
persen. Langit di Junjung Maurits mengungkapkan prinsip yang selalu
dikedepankan Unilever dalam berbisnis. Di mana bumi dipijak disitu langit
dijunjung. “Unilever pada dasarnya selalu mengikuti aturan yang berlaku dimana
ia beroperasi,” ujar Maurits. Itulah alasannya mengapa Unilever Indonesia
memutuskan menjadi perusahaan terbuka.
Menjadi perusahaan terbuka berarti
pembayaran pajak lebih jelas dan transparan karena diaudit oleh lembaga yang
berkompeten. Sebagai konsekuensinya, masyarakat bisa ikut memiliki saham
Unilever Indonesia. Di Cina, Unilever menggandeng partner lokal karena
pemerintah Cina mengharuskan seperti itu sementara di Thailand, Unilever
International menguasai saham sepenuhnya. Dalam enam tahun terakhir, penjualan
Unilever di Indonesia bertumbuh dua digit atau diatas 10 persen. Omset
penjualan untuk tahun 2004 mencapai US$ 1 miliar. “Tahun 2005 ini, saya
perkirakan pertumbuhan penjualan akan meningkat signifikan dan tetap berada di
atas dua digit,” ujar Maurits optimistis.
Transisi Tahun 2004 merupakan tahun
transisi bagi Unilever Indonesia. Mengapa demikian, karena kepemimpinan kembali
berada tangan orang Indonesia asli setelah bertahun-tahun dipimpin oleh orang
asing. Tahun lalu, Nihal Kaviratne dari India menyerahkan tongkat estafetnya
kepada Maurits Lalisang yang sebelumnya menjabat Direktur Corporate Relations.
Maurits memang bukan orang lokal pertama yang menjadi presiden direktur tetapi
orang ketiga setelah Yamani Hasan (1980an) dan Sri Urip (1990an). Saat ini,
tinggal dua orang asing yang menduduki jabatan direksi.
Potensi Tak Kalah Menurut pandangan
Maurits, potensi orang lokal sebenarnya tidak kalah dengan orang asing. “Saya
merangsang anak-anak pergi ke luar negeri sehingga bisa memperkaya pengalaman
dan pengetahuan,” paparnya. Sampai saat ini Unilever Indonesia telah
mengirimkan 18 karyawannya ke luar negeri ada yang ke London, Thailand.
Rotterdam, Shang Hai (Cina) dan Itali.
Salah satu kendala yang dihadapi
yakni banyak orang Indonesia yang enggan ke luar negeri karena merasa sudah
enak berada di Indonesia. Terobosan yang dilakukan Maurits antara lain mengirim
ke luar negeri untuk jangka waktu 1-2 tahun sehingga mereka bisa bekerja pada
budaya dan lingkungan kerja yang berbeda. Ia mengakui kekuatan Unilever ada
pada kualitas sumber daya manusia.
Unilever secara rutin merekrut
lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan pelatihan selama
tiga bulan. Mereka tidak langsung kerja tetapi ditraining di berbagai bidang
seperti manufaktur, pemasaran dan litbang (penelitian dan pengembangan). Saat
ini tenaga kerja yang diserap oleh Unilever secara langsung berjumlah 3.000
orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung.
Total tenaga kerja yang terserap
berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu orang memiliki empat anggota
keluarga maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100.000 orang. Pangsa
Terbesar Indonesia saat ini menjadi pangsa pasar kedua terbesar bagi Unilever
setelah India, mengalahkan Cina, Jepang dan Australia. “Indonesia dilihat
sebagai permata dari timur oleh Unilever pusat karena pangsa pasarnya memang
sangat besar,” kata Maurits. Bahkan dua orang yang menduduki CEO Unilever di
kantor pusat pernah bekerja di Indonesia.
Memang saat ini persaingan di
industri barang konsumer sangat ketat baik dari pemain lokal maupun pemain
domestik. Pesaing dari luar seperti P&G sedangkan pesaing lokal seperti
Wings. Namun Maurits menganggap positif yang namanya persaingan karena akan
menimbulkan inovasi dan tidak menyebabkan monopoli di pasar.
Tantangan terbesar kini dan sangat
merugikan adalah maraknya pemalsuan dan penyelundupan. Banyak produk palsu dan
selundupan dari Cina sehingga membuat Unilever tidak kompetitif. “Karenanya
pemerintah perlu menegakkan aturan main yang jelas karena dalam bisnis yang
penting adalah adanya kepastian usaha dan kepastian hukum,” katanya. Pemerintah
harus berani menindak tegas terhadap barang-barang palsu dan selundupan dari
Cina yang menggangu industri secara umum.
Perlindungan hak cipta perlu
dilakukan karena dibutuhkan biaya besar dalam riset dan pengembangan serta
biaya iklan. “Hal ini sering membuat kita sebagai pelaku usaha frustasi karena
pemerintah tidak mengambil tindakan tegas,” ucap Maurits. Di samping itu,
Maurits berpendapat pemerintah perlu membuat infrastruktur yang memadai berupa
jalan sehingga pemasaran produk dapat menjangkau ke seluruh wilayah dengan
biaya murah.
Hal ini juga sebagai kompensasi
rencana penghapusan subsidi BBM di sektor industri. Terkait dengan penghapusan
subsidi BBM bagi industri, Unilever kini mengganti penggunaan solar ke gas
untuk pabriknya di Cikarang. Sayang, pasokan gas dari Pertamina tidak
konsisten. Jika berniat mengurangi konsumsi minyak bumi maka penyediaan gas
harus dilakukan pemerintah. Organik Unilever saat ini memang fokus melakukan
pertumbuhan oraganik seperti peningkatan omset penjualan, laba perusahaan dan
menekan struktur biaya. Namun tidak menutup kemungkinan melakukan pertumbuhan
anorganik.
Sepanjang kiprahnya di Indonesia,
Unilever telah empat kali mengakuisisi merek. Akuisisi teh celup Sari Wangi
dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto, Trisol,
Whipol) tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003. Maurits
menekankan, Dalam melakukan akuisisi, Unilever selalu menggunakan dana keuangan
internal, tidak perlu injeksi dana kantor pusat. Ia menekankan, akuisisi hanya
akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama Unilever yang telah ada.
Maurits menekankan, Unilever tidak
akan keluar dari bisnis utamanya, memproduksi dan memasarkan barang-barang
konsumer.
“Unilever tidak akan berniat menguasai
industri dari hulu sampai hilir meskipun memiliki kemampuan dari segi
pendanaan. Pertumbuhan organik lebih diharapkan,” katanya. Hal ini dibuktikan
dengan pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia ke berbagai negara seperti
Singapura, Jepang dan Australia. Sabun Lux buatan Rungkut, ice cream Wall’s dan
teh Sari Wangi buatan made in Cikarang bisa ditemukan di ketiga negara ini.
Total ekspor produk Unilever Indonesia mencapai enam persen dari omset
penjualan.
v Menjadi Bergairah dengan
Vitalitas
Vitalitas adalah inti semua kegiatan
Unilever. Vitalitas terdapat di dalam produk, karyawan dan nilai-nilai
Unilever.
Vitalitas mempunyai arti yang
berbeda bagi masing-masing orang. Ada yang menganggapnya sebagai energi, yang
lain menganggapnya lebih luas lagi sebagai kondisi badan dan pikiran yang sehat
– merasakan hidup yang berarti.
Bagaimanapun juga mereka
mendefinisikannya, jutaan orang di seluruh dunia menggunakan produk Unilever
setiap hari untuk meningkatkan vitalitas kehidupan mereka – baik dengan merasa
yakin pada diri mereka karena memiliki rambut yang berkilau dan senyum yang
cemerlang, mempunyai rumah yang tetap segar dan bersih, atau dengan menikmati
secangkir teh yang nikmat, makanan yang memuaskan dan makanan kecil yang
menyehatkan.
Sejak abad 19 ketika William Hesketh
Level menyatakan bahwa misi perusahaan adalah “menciptakan tempat tinggal
bersama yang bersih; mengurangi beban kerja untuk wanita; meningkatkan
kesehatan dan meningkatkan daya tarik pribadi, hidup lebih menyenangkan dan
berarti bagi mereka yang menggunakan produk-produk kami,” vitalitas telah
menjadi jantung usaha Unilever.
Vitalitas berarti apa yang harus
dipertahankan: nilai-nilai Unilever, apa yang membuat Unilever berbeda, dan
bagaimana Unilever memberi sumbangsih kepada masyarakat. Vitalitas merupakan
ikatan bersama yang menghubungkan produk-produk Unilever dan merupakan inti
Unilever yang tidak ada duanya untuk beroperasi di seluruh dunia.
v Kesehatan
& Nutrisi
Misi vitalitas Unilever mengharuskan
Unilever untuk menumbuhkan usahanya dengan menangani masalah-masalah kesehatan
dan gizi. Unilever memusatkan perhatiannya pada sejumlah prioritas yang
mencakup gizi anak dan keluarga, kesehatan jantung dan pengendalian berat
badan.
v Luar Dalam
Budaya Unilever juga menggambarkan
vitalitas. Menambah vitalitas hidup memerlukan standar tertinggi perilaku
terhadap setiap orang yang berhubungan dengan Unilever; masyarakat yang
Unilever sentuh dan lingkungan yang terpengaruh oleh Unilever.
Permintaan yang terus meningkat akan
lebih banyak vitalitas hidup memberi Unilever kesempatan besar untuk tumbuh.
Cara Unilever bekerja dan produk-produk yang Unilever kembangkan dibentuk oleh
kecenderungan pelanggan, bersama-sama dengan kebutuhan untuk membantu
meningkatkan standar kesehatan dan higiene baik di negara-negara berkembang
maupun maju di seluruh dunia.
Bab IV
Pemecahan Masalah
Dalam hal ini masalah yang dihadapi
PT. Unilever, Tbk adalah masalah penipuan yang mengatasnamakan PT. Unilever.
Yaitu dengan menyelipkan kertas undian yang diletakkan didalam produk Unilever
seperti shampo, Rinso dsb. Penipuan seperti ini bagi orang yang mudah tergiur
akan sangat merugikan. Ia biasanya langsung senang dan tanpa berfikir langsung
menelpon nomor oknum yang ada dalam kartu undian tersebut. Dan ujung ujungnya
minta transfer uang.
Dalam promosi PT. Unilever tidak
mengalami masalah karena dalam stateginya PT. Unilever sangat hati-hati
sehingga tujuan perusahaan dengan mudah terpenuhi.
Peranan merek bukan lagi sekedar
sebagai nama ataupun sebagai pembeda dengan produk-produk pesaing, tetapi sudah
menjadi faktor penentu untuk dapat menjadi “trend setter” di bidang industri.
Banyak perusahaan yang berhasil karena memiliki reputasi merek, sehingga dapat
membuka distribusi di kota-kota lain bahkan negara-negara lain dengan menarik
pelanggan sasaran melalui kekuatan-kekuatan merek yang mereka miliki. Sebuah
merek yang telah mencapai ekuitas tinggi merupakan asset yang berharga bagi
perusahaan.
Untuk itu, mempertahankan dan
meningkatkan ekuitas merek bukan pekerjaan mudah, karena yang dihadapi adalah
ekspektasi pelanggan. Konsumen akan merasa “familiar” dengan nama merek yang
pertama masuk ke pasar, sekalipun merek-merek yang masuk belakangan berkinerja
lebih baik. Ini akan mengarah kepada terciptanya kesetiaan yang lebih besar
pada merek pertama dan produsen.
Kesetiaan pelangaan menjadi kunci
sukse tidak hanya dalam jangka pendek tetapi keunggulan bersaing yang
berkelanjutan. Contohnya seperti sabun kecantikan merek Lux, yang merupakan
sabun kecantikan pertama yang masuk ke pasaran di Indonesia. Sabun kecantikan
merek Lux memperluas jenis produk sabun mandinya, yang tidak hanya sabun mandi
yang berupa batangan padat tetapi juga berupa sabun mandi cair.
Merek perlu dipersepsikan sebagai
produk yang berkualitas tinggi, sehingga konsumen dapat memahami sebuah produk
hanya melalui eksistensi, fungsi, citra dan mutu. Kualitas di mata konsumen
lebih bersifat subyektiif, tergantung bagaimana persepsi konsumen terhadap
produk itu.
Ketika kemudian jumlah merek yang
dikenal konsumen semakin banyak, maka peranan merek dapat diperluas sehingga
mampu memberikan asosiasi tertentu dibenek konsumen. Seuah merek akan sering
dihubungkan dengan fungsi dan citra khusus. Nilai yang didasari merek sering
kali didasari pada asosiasi-asosiasi spesifik yang berkaitan dengannya.
Asosiasi merek (brand association)
diupayakan dengan slogan, atau posisi yang diinginkan, atau dengan strategi
brand identity, yaitu menciptakan atribut yang penting sebagai bahan yang
dipersepsikan konsumen. Asosiasi-asosiasi merek seperti Ronald McDonald bisa
menciptakan sikap atau perasaan positif yang berkaitan dengan suatu merek.
Merek dan kwalitas berperan sebagi
persepsi yang mempengaruhi keputusan membeli pelanggan. Nilai haruslah menjadi
landasan strategi dan taktik, karena nilai merupakan alasan mengapa konsumen
menggunakan produk dan tetap setia (loyal). Nilai suatu brand yaitu menciptakan
semakin banyak komsumen yang setia, konsumen yang setia (loyal) adalah tujuan
setiap pemasar.
Kesetiaan pelanggan terhadap merek
merupakan salah satu aset merek. Hal in sangat mahal nilainya karena untuk
membangunnya banyak tantangan yang harus dihadapi serta membutuhkan waktu yang
sangat lama
Bab V
Kesimpulan Dan Saran
- Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dalam
makalah ini adalah:
- Pendekatan penjualan dan promosi penjualan akan efektif dan efisien apabila dirancang dengan menerapkan pola regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah atau kawasan tertentu. Unilever sudah menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah memiliki pabrik-pabrik atau juga cabang perusahaan di tiap-tiap negara
- Strategi-strategi yang ditempuh PT. Unilever ini sangat baik dalam dunia usaha sehingga kendala dan masalah yang dihadapi sangat sedikit dan tidak menjadi masalah besar dalam peusahaan besar ini
- Strategi Promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:
December 12th, 2009 • Related • Filed Under
Bab III
Kumpulan Data
Seperti kita ketahui, Unilever
adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen — memenuhi
kebutuhan akan nutrisi, kesehatan dan perawatan pribadi sehari-hari dengan
produk-produk yang membuat para pemakainya merasa nyaman, berpenampilan baik dan
lebih menikmati kehidupan.
v Tujuan
Pemasaran
- Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen
- Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.
- Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.
- Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.
- Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan imbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.
- Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup.
v Strategi PT.
UNILEVER,tbk dalam memasarkan produk
Di dalam menghadapi persaingan antar
perusahan, PT. UNILEVER,tbk memiliki strategi-strategi dalam menghadapi
persaingan-persaingan antar perusahaan, strategi itu antara lain:
- 1. KEPEMIMPINAN HARGA RENDAH
Dengan menjaga harga yang rendah dan
rak-rak diisi dengan baik menggunakan sistim pengisian kembali persediaan yang
melegenda, wal-mart menjadi pemimpin bisnis eceran di amerika serikat. Sistem
mili wal-mart mengirimkan pesanan atas barang dagang baru secara langsung
kepada pemasok ketika pelanggan membayar pembelian mereka pada kasir.terminal
titik pejualan mencatat kode barang setiap barang yang melewati kasir dan
mengirimkan transaksi pembelian langsung kepada komputer pusat wal-mart.
Komputer mengumpulkan pesanan dari semua toko wai-mart dan mengirimkannya ke
pemasok. Pemasok juga dapat mengakses daa penjualan dan persediaan wal-mart
menggunakan teknologi web. Sistem ini mampu membuat wal-mart mempertahankan
biaya rendah sembari menyesuaikan persediaannya untuk memenuhi permintaan
pelanggan.
- 2. DIFERENSIASI PRODUK
Produk Unilever terus memperkenalkan
kemasan-kemasan yang terbaru, tetapi Unilever tetap mempertahankan kualitas
produknya. Baik itu kemasan yang botol kaca, sachet, botol kecil dan masih
banyak lagi kemasannya.
- 3. BERFOKUS PADA PELUANG PASAR
Produk Unilever menggunakan sistem
informasi pelanggan yang beda dengan yang lain, produk masuk kedalam pasar
dengan cara mempromosikan barang-barangnya dengan cara terjun langsung ke
masyarakat dengan bukti-bukti kualitas secara real, misalnya dengan diadakannya
perlombaan-perlombaan kepada masyarakat perbandingan antara produk Unilever
dengan produk-produk pesaing lainnya.
- 4. MENGUATKAN KEAKRABAN PELANGGAN DAN PEMASOK
Menggunakan sistem informasi untuk
memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap jadwal produksi.dan bahkan
mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan kapan mengirim pasokan
kepada pemasok. Selain itu Unilever juga melakukan Tanya jawab kepada para
konsumen dan membuat suara konsumen tempat para konsumen mengeluh
Dalam PT Unilever Indonesia, promosi
yang dilakukan paling banyak melalui media elektronik. Namun dalam kehidupan
sehari-hari promosi yang dilakukan PT. Unilever Indonesia tidak hanya lewat
media elektronik tetapi banyak juga melalui media cetak, sponsorship,
mengadakan event-event yang memasukkan produk-produk dari PT. Unilever seperti
Kecap Bango, Pepsodent, Shampo Pantene, dll. Karena jika promosi yang dilakukan
hanya melalui media elektronik maka PT. Unilever Indonesia tidak mendapatkan
keuntungan yang optimal. Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai kalangan
dan tingkatan sosial yang beragam. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati
masyarakat semua kalangan maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat. Makna
dari iklan yang ditawarkan oleh perusahaan juga harus bisa dipahami oleh
berbagai kalangan, karena iklan adalah salah satu cara promosi yang bisa
dilakukan oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal.
Selain melalui iklan elektronik
proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga menggunakan berbagai cara,
diantaranya dengan berbagai program pemasaran yang dapat menarik perhatian
pelanggan. Kupon belanja gratis produk unilever adalah salah satu cara promosi
yang dilakukan oleh Unilever, selain itu diskon-diskon yang diberikan juga
banyak menarik perhatian pelanggan yang berasal dari kalangan masyarakat
menengah kebawah.
Iklan itu sendiri adalah kandungan
utama dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media bayaran untuk
menyampaikan pesan, sementara para klien dan praktisi periklanan memandangnya
hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen. Iklan ini merupakan
bagian dari bauran promosi, yang terdiri dari pemasaran langsung, PR (Public
Relations), promosi penjualan, dan penjualan personal. Peranan merek produk
juga sangat berperan penting, karena merek merupakan simbol dari sebuah produk
yang dipasarkan. Bahkan dalam satu perusahaan terdapat berbagai macam merek yang
berbeda-beda.
Pemasaran berskala besar seperti ini
hanya satu daripada beragam program promosi yang dilakukan Unilever, promosi
inter-personal langsung ke pelanggan juga dilakukan oleh Unilever dengan
memberikan keuntungan khusus yang diberikan pada pelanggan setia pengguna
produk Unilever. Dengan program pemasaran ini diharapkan Unilever dapat
mencakup pangsa pasar yang luas di pasar konsumen Indonesia.
Dalam pemasaran global, eksistensi
perusahaan diperlukan dalam mengembangkan ide pemikiran, baik dalam cakupan
nasional maupun internasional. Dalam hal ini khususnya perusahaan Unilever
harus bisa membuat sebuah grand design mahakarya khususnya pemasaran global
yang menuntut sebuah keajaiban-keajaiban dalam mengembangkan karir sebuah
perusahaan khususnya unilever selain memantau jalannya proses globalisasi dari
para pesaing. Mutlak adanya selalu diadakan apa yang disebut dengan inovation
treatment dalam setiap sesi langkah-langkah perusahaan.
Oleh karena itu pertanyaan lain
dapat muncul seketika mengapa promosi perlu diadakan, jawabannya tentu saja
iya, karena dalam beberapa aspek perusahaan salah satu tujuan pengembangan mutu
perusahaan ialah dapat menyentuh seluruh lapisan konsumen dalam hal ini adalah
sasaran global yang diadakan dan dibuat dari grand design tersebut, oleh karena
itu sebuah perusahaan unilever dapat fight dengan para pesaingnya baik
dari dunia asing maupun pesaing-pesaing unggulan dalam negeri.
Unilever juga terus mempelajari
kebutuhan dan keinginan konsumen, melakukan inovasi dan aktivasi produk, serta
terus membangun citra produk. Hal ini merupakan sebagian dari strategi
perusahaan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan konsumen
terhadap brand-brand Unilever. Komunikasi yang disampaikan melalui iklan di
berbagai media cetak maupun elektronik sangat efektif dan langsung mengenai
sasaran,untuk evaluasi kedepannya PT. Unilever Indonesia, Tbk akan melakukan 4
hal demi tetap memiliki citra baik pada konsumennya, antara lain: branding,
design, technical printing, dan merchandising. Sehingga dengan cepat
hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi
produk-produk yang dikeluarkan oleh PT. Unilever.
v Strategi
Promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:
- Periklanan → semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
- Promosi Penjualan → Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
- Hubungan Masyarakat dan Publisitas → berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.
- Penjualan Secara Pribadi → interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan
- Pemasaran Langsung → penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.
Akan tetapi dengan bertambahnya
zaman, persaingan pasar semakin ketat, berkembangnya berbagai jenis media baru
dan semakin canggihnya konsumen maka Strategi Promosi dirumuskan menjadi:
- Advertising
- Consumer Sales Promotion
- Trade Promotion and Co-Marketing
- Packaging. Point Of Purchase
- Personal Selling
- Public relations
- Brand Publicity
- Corporate Advertising
- The Internet
- Direct Marketing
- Experiantial contact: Event, sponsorship
- Customer Service
- Word Of Mouth
Consumer – market sales promotion
techniques :
- Kupon → Sertifikat yang memberi hak kepada pemegangnya untuk mendapat pengurangan harga seperti yang tercetak untuk pembelian produk tertentu.
- Price-Off Deals → Memberikan potongan harga langsung ditempat pembelian.
- Premium and Advertising Specialties → Barang yang ditawarkan dengan biaya yang relatif rendah atau gratis sebagai insentif untuk membeli produk tertentu.
- Contest and Sweeptakes → Hadiah adalah tawaran kesempatan untuk memenangkan uang tunai, perjalanan, atau barang-barang karena membeli sesuatu.
- Sampling and Trial Offers → Penawaran gratis untuk sejumlah produk atau jasa (pemberian contoh produk).
- Brand Placement → Salah satu teknik dari sales promotion untuk mencapai pasar dengan memasukkan produk pada sebuah acara televisi atau film.
- Rebates → memberikan pengurangan harga setelah pembelian terjadi dan bukan pada toko pengecer.
- Frequency → Program ini merupakan salah satu teknik yang mengarah kepada program-program yang berkelanjutan seperti menawarkan konsumen diskon atau hadiah langsung gratis untuk mencapai terjadinya pengulangan dalam pembelian atau langganan dari merk atau perusahaan yang sama.
- Event Sponsorship → Ketika perusahaan mensponsori suatu acara, membuat merek sangat ditonjolkan pada acara tersebut sehingga membuat kredibilitas merek meningkat bersamaan dengan para penonton di acara.
Pendekatan penjualan dan promosi
penjualan akan efektif dan efisien apabila dirancang dengan menerapkan pola
regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah atau kawasan tertentu. Unilever
sudah menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah memiliki
pabrik-pabrik atau juga cabang perusahaan di tiap-tiap negara. Hal ini
dilakukan agar setiap negara dapat membeli produk yang sesuai dengan keinginan
dan kebiasaan mengkonsumsi produk yang sangat erat hubungannya dengan cita rasa
negaranya.
Unilever telah membuka cabang
perusahaan di Indonesia. Untuk lebih dikenal oleh masyarakat indonesia dan bisa
mendapat hati masyarakat Indonesia maka Unilever membuat produk yang sesuai
dengan cita rasa Indonesia seperi kecap Bango. Kecap merupakan makanan yang
terbuat dari kacang kedelai. Bisa dibilang kecap merupakan makanan yang khas
dari Indonesia.
Untuk itu Unilever membuat produk
kecap bango untuk di konsumsi masyarakat Indonesia. Walau kecap bango bukan
produk asli buatan unilever namun nama Unilever lebih terkenal karena kecap
bango sekarang ini merupakan produk yang dikembangkan oleh Unilever. Terlebih
iklan yang ditampilkan di media tentang produk kecap bango sangat mencerminkan
negara Indonesia. Dengan model-model yang berasal dari Indonesia, ini akan
lebih membangun image Unilever dimata konsumen di Indonesia. Konsumen akan
mempunyai keinginan untuk membeli produk kecap bango karena terkesan melihat
iklan yang ditampilkan tersebut. Walaupun konsumen hanya coba-coba membeli
merek tersebut namun setidaknya produk tersebut sangat dikenal oleh masyarakat.
Oleh karena itu, kualitas sangat
penting dalam pembuatan produk. Karena walaupun promosi yang dilakukan
perusahaan sangat baik namun jika kualitas yang ditawarkan tidak diperhatikan
maka promosi yang dilakukan bisa dibilang sia-sia saja
v Macam-macam
Produk yang dikeluarkan Unilever
PT. Unilever Indonesia, Tbk. Yang
beroperasi di indonesia sejak tahun 1933, telah tumbuh menjadi perusahaan
penyedia consumer product yang mempunyai peran penting di indonesia. Unilever
adalah produsen merek-merek terkenal di seluruh dunia yang juga terkenal di
tingkat regional dan lokal, antara lain Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove,
Sunsilk, Clear, Rexona, Rinso, Molto, Ponds, Blue Band, Royco, Sariwangi,
Bango, Taro dan masih banyak lagi.
Posisi Unilever yang kuat sebagai
pemimpin pasar telah diakui melalui berbagai penghargaan nasional dan regional
yang diterima oleh perusahaan. PT. Unilever Indonesia melalui brand-brand nya
kembali membuktikan keunggulannya dengan meraih peringkat dalam ”Packaging
Consumer Branding Award 2005” yang diselenggarakan oleh Indonesia Brand
Identity Summit (IBS) bekerjasama dengan majalah SWA dan MIX.
Berikut adalah peringkat yang diraih
oleh brand-brand Unilever dalam setahun Indonesia Packaging Consumer Award
2005. Sunsilk, Pepsodent, Lux, Molto, Lifebuoy, Axe dan Clear merupakan merek
produk perawatan rumah dan tubuh (home and Personal Care) yang tak asing lagi
di telinga masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk produk makanan dan ice cream,
ada blue band yang legendaries, Bango, Sari Wangi, Rpyco dan Wall’s. Masih ada
sederet merek produk lagi yang bila disebutkan satu persatu namanya, terasa
sangat akrab dengan kehidupan kita.
Bisa jadi Anda mempunyai kenangan
khusus tak terlupakan dengan salah satu atau lebih produk buatan PT Unilever
Indonesia Tbk ini. Benar, merek-merek yang disebutkan di atas memang hanya
sebagian kecil dari merek yang dikembangkan PT Unilever Indonesia Tbk. “Saat
ini kami memiliki 33 merek dan beroperasi di 13 kategori sementara di seluruh
dunia, Unilever memegang 400 brand,” kata Presiden Direktur PT Unilever
Indonesia Tbk, Maurits Lalisang dalam sebuah wawancara khusus dengan SH di
Graha Unilever Jakarta, sore pekan lalu.
PT Unilever Indonesia Tbk merupakan
anak perusahaan Unilever International yang berkantor pusat di dua kota yakni
di London, Inggris dan Rotterdam Belanda. Sementara di Indonesia, Unilever
berkantor pusat di Jakarta dan memiliki dua pabrik besar di Cikarang dan
Rungkut (Surabaya). Pabrik di Surabaya utamanya memproduksi sabun sedangkan di
Cikarang memproduksi es krim, margarin, dan berbagai makanan ringan. Secara
umum Unilever menjadi pemimpin pasar barang konsumer (consumer goods) di
Indonesia. Namun, kondisinya tidak sama untuk setiap kategori produk dan
wilayah pemasaran.
Kini, Unilever Indonesia telah
berusia lebih dari 70 tahun dengan komposisi kepemilikan saham, Mavibel
(Maatschap voor Internationale Bellengginggen) B.V 85 persen dan publik 15
persen. Langit di Junjung Maurits mengungkapkan prinsip yang selalu
dikedepankan Unilever dalam berbisnis. Di mana bumi dipijak disitu langit
dijunjung. “Unilever pada dasarnya selalu mengikuti aturan yang berlaku dimana
ia beroperasi,” ujar Maurits. Itulah alasannya mengapa Unilever Indonesia
memutuskan menjadi perusahaan terbuka.
Menjadi perusahaan terbuka berarti
pembayaran pajak lebih jelas dan transparan karena diaudit oleh lembaga yang
berkompeten. Sebagai konsekuensinya, masyarakat bisa ikut memiliki saham
Unilever Indonesia. Di Cina, Unilever menggandeng partner lokal karena
pemerintah Cina mengharuskan seperti itu sementara di Thailand, Unilever
International menguasai saham sepenuhnya. Dalam enam tahun terakhir, penjualan
Unilever di Indonesia bertumbuh dua digit atau diatas 10 persen. Omset
penjualan untuk tahun 2004 mencapai US$ 1 miliar. “Tahun 2005 ini, saya
perkirakan pertumbuhan penjualan akan meningkat signifikan dan tetap berada di
atas dua digit,” ujar Maurits optimistis.
Transisi Tahun 2004 merupakan tahun
transisi bagi Unilever Indonesia. Mengapa demikian, karena kepemimpinan kembali
berada tangan orang Indonesia asli setelah bertahun-tahun dipimpin oleh orang
asing. Tahun lalu, Nihal Kaviratne dari India menyerahkan tongkat estafetnya
kepada Maurits Lalisang yang sebelumnya menjabat Direktur Corporate Relations.
Maurits memang bukan orang lokal pertama yang menjadi presiden direktur tetapi
orang ketiga setelah Yamani Hasan (1980an) dan Sri Urip (1990an). Saat ini,
tinggal dua orang asing yang menduduki jabatan direksi.
Potensi Tak Kalah Menurut pandangan
Maurits, potensi orang lokal sebenarnya tidak kalah dengan orang asing. “Saya
merangsang anak-anak pergi ke luar negeri sehingga bisa memperkaya pengalaman
dan pengetahuan,” paparnya. Sampai saat ini Unilever Indonesia telah
mengirimkan 18 karyawannya ke luar negeri ada yang ke London, Thailand.
Rotterdam, Shang Hai (Cina) dan Itali.
Salah satu kendala yang dihadapi
yakni banyak orang Indonesia yang enggan ke luar negeri karena merasa sudah
enak berada di Indonesia. Terobosan yang dilakukan Maurits antara lain mengirim
ke luar negeri untuk jangka waktu 1-2 tahun sehingga mereka bisa bekerja pada
budaya dan lingkungan kerja yang berbeda. Ia mengakui kekuatan Unilever ada
pada kualitas sumber daya manusia.
Unilever secara rutin merekrut
lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan pelatihan selama
tiga bulan. Mereka tidak langsung kerja tetapi ditraining di berbagai bidang
seperti manufaktur, pemasaran dan litbang (penelitian dan pengembangan). Saat
ini tenaga kerja yang diserap oleh Unilever secara langsung berjumlah 3.000
orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung.
Total tenaga kerja yang terserap
berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu orang memiliki empat anggota
keluarga maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100.000 orang. Pangsa
Terbesar Indonesia saat ini menjadi pangsa pasar kedua terbesar bagi Unilever
setelah India, mengalahkan Cina, Jepang dan Australia. “Indonesia dilihat
sebagai permata dari timur oleh Unilever pusat karena pangsa pasarnya memang
sangat besar,” kata Maurits. Bahkan dua orang yang menduduki CEO Unilever di
kantor pusat pernah bekerja di Indonesia.
Memang saat ini persaingan di
industri barang konsumer sangat ketat baik dari pemain lokal maupun pemain
domestik. Pesaing dari luar seperti P&G sedangkan pesaing lokal seperti
Wings. Namun Maurits menganggap positif yang namanya persaingan karena akan
menimbulkan inovasi dan tidak menyebabkan monopoli di pasar.
Tantangan terbesar kini dan sangat
merugikan adalah maraknya pemalsuan dan penyelundupan. Banyak produk palsu dan
selundupan dari Cina sehingga membuat Unilever tidak kompetitif. “Karenanya
pemerintah perlu menegakkan aturan main yang jelas karena dalam bisnis yang
penting adalah adanya kepastian usaha dan kepastian hukum,” katanya. Pemerintah
harus berani menindak tegas terhadap barang-barang palsu dan selundupan dari
Cina yang menggangu industri secara umum.
Perlindungan hak cipta perlu
dilakukan karena dibutuhkan biaya besar dalam riset dan pengembangan serta
biaya iklan. “Hal ini sering membuat kita sebagai pelaku usaha frustasi karena
pemerintah tidak mengambil tindakan tegas,” ucap Maurits. Di samping itu,
Maurits berpendapat pemerintah perlu membuat infrastruktur yang memadai berupa
jalan sehingga pemasaran produk dapat menjangkau ke seluruh wilayah dengan
biaya murah.
Hal ini juga sebagai kompensasi
rencana penghapusan subsidi BBM di sektor industri. Terkait dengan penghapusan
subsidi BBM bagi industri, Unilever kini mengganti penggunaan solar ke gas
untuk pabriknya di Cikarang. Sayang, pasokan gas dari Pertamina tidak
konsisten. Jika berniat mengurangi konsumsi minyak bumi maka penyediaan gas
harus dilakukan pemerintah. Organik Unilever saat ini memang fokus melakukan
pertumbuhan oraganik seperti peningkatan omset penjualan, laba perusahaan dan
menekan struktur biaya. Namun tidak menutup kemungkinan melakukan pertumbuhan
anorganik.
Sepanjang kiprahnya di Indonesia,
Unilever telah empat kali mengakuisisi merek. Akuisisi teh celup Sari Wangi
dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto, Trisol,
Whipol) tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003. Maurits
menekankan, Dalam melakukan akuisisi, Unilever selalu menggunakan dana keuangan
internal, tidak perlu injeksi dana kantor pusat. Ia menekankan, akuisisi hanya
akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama Unilever yang telah ada.
Maurits menekankan, Unilever tidak
akan keluar dari bisnis utamanya, memproduksi dan memasarkan barang-barang
konsumer.
“Unilever tidak akan berniat menguasai
industri dari hulu sampai hilir meskipun memiliki kemampuan dari segi
pendanaan. Pertumbuhan organik lebih diharapkan,” katanya. Hal ini dibuktikan
dengan pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia ke berbagai negara seperti
Singapura, Jepang dan Australia. Sabun Lux buatan Rungkut, ice cream Wall’s dan
teh Sari Wangi buatan made in Cikarang bisa ditemukan di ketiga negara ini.
Total ekspor produk Unilever Indonesia mencapai enam persen dari omset
penjualan.
v Menjadi Bergairah dengan
Vitalitas
Vitalitas adalah inti semua kegiatan
Unilever. Vitalitas terdapat di dalam produk, karyawan dan nilai-nilai
Unilever.
Vitalitas mempunyai arti yang
berbeda bagi masing-masing orang. Ada yang menganggapnya sebagai energi, yang
lain menganggapnya lebih luas lagi sebagai kondisi badan dan pikiran yang sehat
– merasakan hidup yang berarti.
Bagaimanapun juga mereka
mendefinisikannya, jutaan orang di seluruh dunia menggunakan produk Unilever
setiap hari untuk meningkatkan vitalitas kehidupan mereka – baik dengan merasa
yakin pada diri mereka karena memiliki rambut yang berkilau dan senyum yang
cemerlang, mempunyai rumah yang tetap segar dan bersih, atau dengan menikmati
secangkir teh yang nikmat, makanan yang memuaskan dan makanan kecil yang
menyehatkan.
Sejak abad 19 ketika William Hesketh
Level menyatakan bahwa misi perusahaan adalah “menciptakan tempat tinggal
bersama yang bersih; mengurangi beban kerja untuk wanita; meningkatkan
kesehatan dan meningkatkan daya tarik pribadi, hidup lebih menyenangkan dan
berarti bagi mereka yang menggunakan produk-produk kami,” vitalitas telah
menjadi jantung usaha Unilever.
Vitalitas berarti apa yang harus
dipertahankan: nilai-nilai Unilever, apa yang membuat Unilever berbeda, dan
bagaimana Unilever memberi sumbangsih kepada masyarakat. Vitalitas merupakan
ikatan bersama yang menghubungkan produk-produk Unilever dan merupakan inti
Unilever yang tidak ada duanya untuk beroperasi di seluruh dunia.
v Kesehatan
& Nutrisi
Misi vitalitas Unilever mengharuskan
Unilever untuk menumbuhkan usahanya dengan menangani masalah-masalah kesehatan
dan gizi. Unilever memusatkan perhatiannya pada sejumlah prioritas yang
mencakup gizi anak dan keluarga, kesehatan jantung dan pengendalian berat
badan.
v Luar Dalam
Budaya Unilever juga menggambarkan
vitalitas. Menambah vitalitas hidup memerlukan standar tertinggi perilaku
terhadap setiap orang yang berhubungan dengan Unilever; masyarakat yang
Unilever sentuh dan lingkungan yang terpengaruh oleh Unilever.
Permintaan yang terus meningkat akan
lebih banyak vitalitas hidup memberi Unilever kesempatan besar untuk tumbuh.
Cara Unilever bekerja dan produk-produk yang Unilever kembangkan dibentuk oleh
kecenderungan pelanggan, bersama-sama dengan kebutuhan untuk membantu
meningkatkan standar kesehatan dan higiene baik di negara-negara berkembang
maupun maju di seluruh dunia.
Bab IV
Pemecahan Masalah
Dalam hal ini masalah yang dihadapi
PT. Unilever, Tbk adalah masalah penipuan yang mengatasnamakan PT. Unilever.
Yaitu dengan menyelipkan kertas undian yang diletakkan didalam produk Unilever
seperti shampo, Rinso dsb. Penipuan seperti ini bagi orang yang mudah tergiur
akan sangat merugikan. Ia biasanya langsung senang dan tanpa berfikir langsung
menelpon nomor oknum yang ada dalam kartu undian tersebut. Dan ujung ujungnya
minta transfer uang.
Dalam promosi PT. Unilever tidak
mengalami masalah karena dalam stateginya PT. Unilever sangat hati-hati
sehingga tujuan perusahaan dengan mudah terpenuhi.
Peranan merek bukan lagi sekedar
sebagai nama ataupun sebagai pembeda dengan produk-produk pesaing, tetapi sudah
menjadi faktor penentu untuk dapat menjadi “trend setter” di bidang industri.
Banyak perusahaan yang berhasil karena memiliki reputasi merek, sehingga dapat
membuka distribusi di kota-kota lain bahkan negara-negara lain dengan menarik
pelanggan sasaran melalui kekuatan-kekuatan merek yang mereka miliki. Sebuah
merek yang telah mencapai ekuitas tinggi merupakan asset yang berharga bagi
perusahaan.
Untuk itu, mempertahankan dan
meningkatkan ekuitas merek bukan pekerjaan mudah, karena yang dihadapi adalah
ekspektasi pelanggan. Konsumen akan merasa “familiar” dengan nama merek yang
pertama masuk ke pasar, sekalipun merek-merek yang masuk belakangan berkinerja
lebih baik. Ini akan mengarah kepada terciptanya kesetiaan yang lebih besar
pada merek pertama dan produsen.
Kesetiaan pelangaan menjadi kunci
sukse tidak hanya dalam jangka pendek tetapi keunggulan bersaing yang
berkelanjutan. Contohnya seperti sabun kecantikan merek Lux, yang merupakan
sabun kecantikan pertama yang masuk ke pasaran di Indonesia. Sabun kecantikan
merek Lux memperluas jenis produk sabun mandinya, yang tidak hanya sabun mandi
yang berupa batangan padat tetapi juga berupa sabun mandi cair.
Merek perlu dipersepsikan sebagai
produk yang berkualitas tinggi, sehingga konsumen dapat memahami sebuah produk
hanya melalui eksistensi, fungsi, citra dan mutu. Kualitas di mata konsumen
lebih bersifat subyektiif, tergantung bagaimana persepsi konsumen terhadap
produk itu.
Ketika kemudian jumlah merek yang
dikenal konsumen semakin banyak, maka peranan merek dapat diperluas sehingga
mampu memberikan asosiasi tertentu dibenek konsumen. Seuah merek akan sering
dihubungkan dengan fungsi dan citra khusus. Nilai yang didasari merek sering
kali didasari pada asosiasi-asosiasi spesifik yang berkaitan dengannya.
Asosiasi merek (brand association)
diupayakan dengan slogan, atau posisi yang diinginkan, atau dengan strategi
brand identity, yaitu menciptakan atribut yang penting sebagai bahan yang
dipersepsikan konsumen. Asosiasi-asosiasi merek seperti Ronald McDonald bisa
menciptakan sikap atau perasaan positif yang berkaitan dengan suatu merek.
Merek dan kwalitas berperan sebagi
persepsi yang mempengaruhi keputusan membeli pelanggan. Nilai haruslah menjadi
landasan strategi dan taktik, karena nilai merupakan alasan mengapa konsumen
menggunakan produk dan tetap setia (loyal). Nilai suatu brand yaitu menciptakan
semakin banyak komsumen yang setia, konsumen yang setia (loyal) adalah tujuan
setiap pemasar.
Kesetiaan pelanggan terhadap merek
merupakan salah satu aset merek. Hal in sangat mahal nilainya karena untuk
membangunnya banyak tantangan yang harus dihadapi serta membutuhkan waktu yang
sangat lama
Bab V
Kesimpulan Dan Saran
- Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dalam
makalah ini adalah:
- Pendekatan penjualan dan promosi penjualan akan efektif dan efisien apabila dirancang dengan menerapkan pola regionalisasi atau diterapkan di daerah-daerah atau kawasan tertentu. Unilever sudah menerapkan pola regionalisasi karena Unilever telah memiliki pabrik-pabrik atau juga cabang perusahaan di tiap-tiap negara
- Strategi-strategi yang ditempuh PT. Unilever ini sangat baik dalam dunia usaha sehingga kendala dan masalah yang dihadapi sangat sedikit dan tidak menjadi masalah besar dalam peusahaan besar ini
- Strategi Promosi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:
- Periklanan
- Promosi Penjualan
- Hubungan Masyarakat dan Publisitas
- Penjualan Secara Pribadi
- e. Pemasaran Langsung
Sangat baik dalam dunia usaha
sehingga patut ditiru perusahaan lain disamping kualitas yang bagus
v Saran
Dalam masalah yang dihadapi PT.
Unilever yaitu mengenai penipuan kupon yang diselipkan dalam produk kemasan.
Sebaiknya diadakan penyuluhan mengenai hal tersebut kepada masyarakat sehingga
konsumen tidak merasa dirugikan. dan penanganan serius dalam tindak penipuan
kupon tersebut.
Kesetiaan pelangaan menjadi kunci
sukse tidak hanya dalam jangka pendek tetapi keunggulan bersaing yang
berkelanjutan. Contohnya seperti sabun kecantikan merek Lux, yang merupakan
sabun kecantikan pertama yang masuk ke pasaran di Indonesia. Sabun kecantikan
merek Lux memperluas jenis produk sabun mandinya, yang tidak hanya sabun mandi
yang berupa batangan padat tetapi juga berupa sabun mandi cair.
Merek perlu dipersepsikan sebagai
produk yang berkualitas tinggi, sehingga konsumen dapat memahami sebuah produk
hanya melalui eksistensi, fungsi, citra dan mutu. Kualitas di mata konsumen
lebih bersifat subyektiif, tergantung bagaimana persepsi konsumen terhadap
produk itu.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar