Asteroid
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Asteroid, pernah disebut sebagai
planet minor atau
planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada
planet, tetapi lebih besar daripada
meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam
Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet
Neptunus). Asteroid berbeda dengan
komet dari penampakan visualnya.
Komet menampakkan
koma ("ekor") sementara asteroid tidak.
Sabuk asteroid (titik-titik putih).
Asteroid pertama yang ditemukan adalah
1 Ceres yang ditemukan pada tahun
1801 oleh
Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid.
Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita
diketemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per
bulannya. Pada
27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi
nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350
[1] memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan
tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu
(3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali
planet katai 136199 Eris serta
134340 Pluto), yaitu
129342 Ependes [2].
Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km
dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9
juta
[3]. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu
1 Ceres dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu
2 Pallas dan
4 Vesta;
keduanya memiliki diameter ~ 500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk
paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh mata telanjang (pada
beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi
dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat
99942 Apophis).
Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×10
21 kg
[4][5], atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini,
1 Ceres bermassa 0.95×10
21 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat,
4 Vesta (9%),
2 Pallas (7%) dan
10 Hygiea (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya,
511 Davida (1.2%),
704 Interamnia (1.0%) dan
3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalnya. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara
eksponensial walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid Ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.