Selasa, 08 November 2011

METEOROID


Meteoroid adalah benda-benda langit yang berukuran sangat kecil (jauh lebih kecil dari Asteroid) yang mengapung di awing-awang dan bergerak dengan kecepatan tinggi tanpa mempunyai lintasan tertentu. Karena gravitasi suatu planet, seperti halnya bumi, meteoroid dapat tertarik dan jatuh ke planet tersebut.

Meteorid yang di tarik oleh planet akan berpijar karena bergesekan dengan atmosfer planet tersebut. Meteorid yang berpijar karena bergesekan dengan atmosfer disebut meteor. Benda ini sering kita lihat pada malam hari ketika langit cerah. Karena meteor bersinar terang seperti bintang dan bergerak atau berpindah, kita sering menyebutnya bintang jatuh atau bintang beralih.

Jika ukuran meteor kecil, maka ia akan habis tebakar di atmosfer. Akan tetapi, apabila ukurannya cukup besar, maka sebagian akan sampai ke permukaan bumi. Meteoroid yang sampai ke permukaan bumi di sebut meteorit. Benda ini sering kita sebut batu bintang atau batu meteor.Daerah yang pernah kejatuhan meteor di bumi antara lain di Siberia (Rusia) dan Arizona (Amerika Serikat).

ASTEROID

Asteroid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.
Sabuk asteroid (titik-titik putih).
Dari kiri ke kanan: 4 Vesta, 1 Ceres, Bulan.
Asteroid pertama yang ditemukan adalah 1 Ceres yang ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid.
Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350[1] memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto), yaitu 129342 Ependes [2].
Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta[3]. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 1 Ceres dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~ 500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat 99942 Apophis).
Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×1021 kg[4][5], atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, 1 Ceres bermassa 0.95×1021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%) dan 10 Hygiea (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, 511 Davida (1.2%), 704 Interamnia (1.0%) dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalnya. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensial walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid Ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.