Jumat, 04 Mei 2012

Masjidil Aqsha Dalam Bahaya


Rakyat Palestina tengah menyuarakan alarm bahwa zionis Israel terus melanjutkan penggalian di bawah Masjidil Aqsha dan sangat membahayakan Masjid di kota suci ketiga umat Islam tersebut.
"Penggalian Israel terus berlanjut dengan menggerus sebelah kanan dalam taman Haram al Sharif, menyebabkan kerusakan yang tak bisa diperbaiki lagi  terhadap kestabilan fondasi masjid Al Aqsha," demikian pernyataan Sheikh Raed Salah, pemimpin  Islamic Movement kepada IOL.
Sheikh Salah yang telah mengawasi kesombongan Israel melakukan penggalian di Al Quds selama 25 tahun ini mengatakan bahwa zionis Israel tidak mempedulikan protes negara Arab dan Islam dapat meruntuhkan masjidil Aqsha tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, zionis Israel yang berkoordinasi dengan pemukim yahudi sayap kanan , melakukan penggalian untuk pembangunan terowongan yang melintasi Al Quds.
Namun, rakyat Palestina, dunia Islam dan kelompok hak asasi meyakini bahwa pembangunan ini adalah upaya nyata zionis yahudi untuk membangun akses bawah tanah sebagai jalan untuk menghancurkan masjidil Aqsha dan tempat suci milik umat Islam lainnya di Al Quds.
"Saya tidak ada keraguan lagi bahwa yayasan Al Aqsha telah dibangunkan dengan keras berkenaan dengan pembangunan terowongan dan penggalian yang lain," tegas Syeikh Raed Salah.
"Anda tidak perlu menjadi seorang arsitek yang handal untuk menyadari hal ini. Kami telah melihat lubang-lubang dan retakan di seluruh area."
Sebuah belahan di sekitar Al Aqsha telah ada tahun lalu sebagai hasil dari penggalian bawah tanah Yahudi laknatullah.
Keruntuhan terjadi di dekat air mancur Qaitbay di sisi barat masjidil Aqsha. Lubang sedalam satu meter dapat terlihat sebagai pertanda buruk yang mungkin datang. Sebuah sekolah di deerah Silwan juga secara bertahap ambruk sebagai akibat penggalian zionis ini.
Sheikh Salah mengatakan bahwa ini jelas sebagai rencana jahat Israel menghancurkan Al Aqsha dengan melakukan seolah-olah bila benar Al Aqsha runtuk merupakan akibat bencana alam semisal gempa.Sheikh Salah juga mengatakan bahwa Israel memiliki rencana jahat yang tengah dikerjakan, namun umat Islam hanya bereaksi verbal/protes terhadap penghancuran AL Aqsha.
"Kami memerlukan tindakan proaktif dari umat Islam dan pemerintahnya. Umat Islam harus mengirimkan  pesan yang jelas kepada Israel dan pendukungnya bahwa Islam tempat suci umat Islam di Al Quds adalah tempat terlarang."
"Kapan umat Islam mulai sadar bahwa bahaya itu nyata? Apakah saat masjid telah hancur dan berita penghancuran itu muncul di Aljazeera?", geram Sheikh Salah. (muslimdaily.net/dkr/iol)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar